Biarkan GESER Berbicara Dengan Potret

0
241

GESER! Biarkan Kami Berbicara

Ketika seseorang banyak omong, ada satu pertanyaan penting yang pasti akan dilontarkan orang lain “Apa bukti yang kamu berikan?”. Pertanyaan ini muncul sehingga kita jangan terkesan asal bicara saja. Banyak orang berorientasi pada satu anggapan sederhana yakni “mudah saja untuk ngomong tapi susah untuk kerjakan”. Karena kerjakan itu membutuhkan proses, tenaga dan kesabaran.

Orang yang banyak omong juga diibaratkan tong kosong yang nyaring bunyinya. Hari ini banyak pemimpin yang hanya mengumbar janji dan bermulut manis. Hal tersebut sudah lazim dalam masyarakat. Mereka bersembunyi di balik topeng kemunafikan. Bahkan terkadang mereka sendiri yang menuduh masyarakat dengan prasangka-prasangka buruk hingga mengucapkan kata-kata hinaan. Kebanyakan pemimpin hanya memperhatikan kepentingan sendiri dan kelompoknya. Tak heran jika pembangunan negeri ini terhambat. Rakyat menderita karena pemimpin-pemimpin mereka yang sepatutnya jadi contoh malah tersandung kasus penggelapan uang dan penyalahgunaan wewenang.

Tak tanggung-tanggung mereka menipu rakyat kecil. Menggagas suatu hal untuk mendapatkan simpati, namun realisasinya kurang dari yang diharapkan bahkan ada yang nol dan kosong. Tak sampai disitu saja, mereka lalu menutupi aib dengan berusaha menunjukan rasa perduli dan wajah berseri yang semu. Siapa sangka, ternyata dalam hatinya dia sedang mengakali dengan siasat-siasat mulus. Begitu berulang-ulang. Sungguh keji.

Entah apa yang diinginkan, yang pasti semuanya berujung pada kepuasan diri. Hal itu tak bisa terbantahkan. Panggilan untuk memimpin disalahgunakan. Entah dalam hati mereka merasakan atau tidak, tapi begitu banyak pemimpin telah mengabaikan suara hati mereka.Saya kira kita semua setuju dengan dengan satu kalimat “Jangan banyak janji tapi kerja dan berikan bukti dulu”.

Dalam ulang tahunnya kali ini, GESER hadir dengan satu kesan yang berbunyi ‘Biarkan Gambar Berbicara’.

Gambar dari aksi kemanusiaan yang selama ini diekspos adalah bukti. Ya, gambar yang bukan direkayasa tentunya. Semua orang pun tau. Namun, bahkan lebih dari itu, gambar mampu menjelaskan yang tak terjelaskan. Gambar mampu mewakili setiap detail yang tak terpaparkan dengan kata-kalimat. Bagaimana dengan mereka yang hanya berpangku kaki saja di tempat dan menonton rintihan orang-orang kecil? Sungguh sikap yang disayangkan.

Berawal dari berdirinya GESER di Atengmelang, Desa Lembur Tengah, Kabupaten Alor, hingga pada penyebarannya, setiap aksi hingga pengelolaan dana untuk membantu sesama dikelola oleh GESER dalam keterbukaan dan tranparansi. Tidak lupa, mereka yang berkontribusi tanpa pamrih selalu diingat. Entah itu melalui media sosial atau telepon, GESER mengucapkan terima kasih pada relawan-relawannya. Sehingga kelihatannya benar-benar terbuka dan bersahabat bagi siapa saja.
Kata seorang fotografer “Realitas menawarkan kita sesuatu yang banyak, dan tugas kita lah memotong dan menyederhanakan dalam sebuah gambar” Gambar punya makna yang dalam. Contohnya sejarah perjuangan yang mampu dijelaskan oleh gambar. Gambar yang mewakili jiwa dan semangat kebangsaan yang tak lekang oleh waktu. Dari hanya sekilas melihat pajangan foto seseorang yang gagah berani pun, kita tau kalau itu mewakili kisah dan ceritanya yang panjang.

Banyak orang selalu mempertanyakan bukti dari sebuah janji yang terlontar dari mulut. Mulut yang gampangnya berbicara namun tindakan yang lamban atau tidak ada sama sekali. Hingga ada sebuah slogan yang berbunyi talk less do more, artinya sedikit bicara banyak bertindak.
Hal itu yang telah terinspirasi dalam GESER. Proses bertumbuhnya GESER yang transparan,jujur dan terbuka telah menghantarkannya pada sebuah pencapaian yang membanggakan.

SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE- 3 pada 8 Juni 2018

Limpah terima kasih untuk para relawan yang ada dimana saja. Tuhan tau niat tulus kita.