INI AKSIKU, MANA AKSIMU?

0
206

GESER : INI AKSIKU, MANA AKSIMU?

Ketika kehidupan memberi begitu banyak harapan, kehidupan juga memberikan ruang untuk mewujudkan harapan-harapan itu, tak perduli harapan itu besar atau kecil. Seperti itulah kehidupan ini diarsiteki Sang Maha Kuasa. Dengan adanya ruang, akan muncul kesempatan-kesempatan untuk mengisinya. Kesempatan itulah yang disebut peluang. Peluang yang menjadi panggilan hati untuk membuktikan diri dengan ide dan aksi-aksi nyata, peluang untuk melakukan hal-hal yang berguna bagi orang banyak, untuk berbagi kepedulian,rasa simpati dan hormat dalam kehidupan ini berlandaskan pada motivasi dan niat hati yang tulus.

Kutipan dari kata-kata seorang Marlyn Grey bahwa “Hidup bukanlah arena latihan. Berhentilah berlatih atas apa yang harus anda kerjakan dan lakukan. Dengan langkah yang mantap, anda akan mampu mengubah hari ini”. Sejak awal terbentuk, Gerakan Seribu Rupiah atau yang dikenal dengan sebutan GESER telah hadir di tengah masyarakat dan menjadi wadah yang menyalurkan bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan untuk menggapai orang-orang yang membutuhkan uluran tangan.
Pada tanggal 8 Juni 2015 persisnya, dua orang putra daerah Alor asal Atengmelang mencetuskan berdirinya GESER untuk pertama kali. Mereka adalah Mobi Pada dan Omri Manilani. Dua anak Atengmelang dengan latar belakang profesi yang berbeda, namun atas dasar dedikasi terhadap kampung halamannya, mereka berani datang dengan keterpanggilan demi membangun kampung halaman untuk Indonesia. Sejauh ini mereka telah mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk terus menjalankan GESER dengan semangat dan kepedulian yang tinggi.

Seperti dalam kutipan kata-kata John Quincy Adam, “Jika tindakan-tindakan anda dapat memberikan inspirasi bagi orang lain untuk bermimpi yang lebih besar, dan menjadi lebih baik, anda adalah seorang pemimpin”. Tak diragukan lagi. Benar bahwa orang tak dapat melupakan dirimu ketika kamu mampu membuat mereka merasa ‘lebih hidup’. Esensi dari kata-kata diatas adalah bahwa menjadi pemimpin bukan mesti memiliki kedudukan atau jabatan. Selagi ada rasa keterpanggilan untuk memberikan bentuk kepedulian pada orang lain, anda akan menjadi inspirasi dan teladan. Masing-masing kita telah dikaruniai talenta oleh Sang Pencipta. Pertanyaanya, apa yang telah kita lakukan untuk membantu meringankan beban saudara-saudara yang membutuhkan.

Gerakan membangun kampung halaman ini mendapat respon yang baik dari masyarakat. Orang-orang menyambut dengan antusias kehadiran GESER, karena dianggap membawa dampak yang nyata, sehingga banyak relawan tergerak hatinya untuk bergabung, juga para donatur yang datang memberi dukungan moril maupun materil.

Seiring berjalannya waktu, komentar-komentar miring pun muncul. Segelintir orang kerap mencap GESER sebagai tempat mencari sensasi. Namun GESER bergerak tanpa menghiraukan komentar-komentar negatif mereka. GESER memberi bukti dengan aksi. Bersama para relawannya, GESER turun langsung ke masyarakat, sekaligus mematahkan anggapan-anggapan miring dari orang yang tak senang dengan kehadirannya. Karena GESER bukan sekedar deklarasi semata, bukan sekedar status dan komentar di dunia maya, tetapi mereka telah memberikan bukti nyata.

Berkat sosialisasi yang gencar dilakukan di media sosial juga, GESER mendapat perhatian dari publik dunia maya. Aksi dan bukti yang diekspos ke jejaring sosial telah membuat semua mata tertuju padanya. Pengelolaan yang mantap dan tertata serta tanggap terhadap masalah di masyarakat telah mengangkat pamornya. Tak dipungkiri GESER telah bertumbuh kuat saat ini. Dengan bertambahnya relawan, GESER tidak hanya dikenal di kabupaten Alor atau seputar provinsi NTT saja, malainkan telah dikenal hingga penjuru Nusantara, bahkan Malaysia, Singapura dan Australia.

Kado Istimewa di Ulang Tahun GESER Yang ke-3

Karena mulai dikenal di mana-mana, GESER mendapat perhatian dari sebuah stasiun televisi swasta yang berpusat di Jakarta, yaitu MetroTV. Dua orang pencetus GESER yaitu Mobi pada dan Omri Manilani diundang secara istimewa ke Jakarta untuk hadir dalam sebuah acara talkshow terkenal, Kick Andy. Sebuah acara televisi yang menghadirkaan orang-orang yang telah berkontribusi untuk pembangunan bangsa dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.Undangan itu telah mereka penuhi. Dari kabupaten Alor, tepatnya desa Lembur Tengah, lembah Atengmelang, mereka dihadirkan di studio MetroTV dalam acara Kick Andy.Peristiwa ini seakan menjadi sebuah kado istimewa dengan kesan yang luar biasa, karena tak terpikirkan dalam benak bahwa aksi-aksi yang dilakukan GESER ini ternyata mendapatkan apresiasi dari media penyiaran sekelas MetroTV.

Jangan pernah menghiraukan anggapan-anggapan negatif tentang hal baik yang anda lakukan. Jika dilakukan dengan niat yang tulus, pada akhirnya itu akan membuka mata orang dan menyadarkan mereka. Janganlah berhenti berusah ketika kamu memiliki keinginan dan cita-cita yang besar. Berpeganglah pada pesan dari Adidas Advertisement : kata “tidak mungkin” adalah kata yang terkesan “besar” yang seringkali dilontarkan oleh manusia kerdil yang berusaha mencari jalan termudah daripada mencari kekuatan dalam dirinya untuk berubah. Kata “tidak mungkin” bukanlah fakta. Ia hanyalah sebuah pendapat. Kata “tidak mungkin” bukanlah sebuah deklarasi tetapi suatu tantangan yang berani. Kata “tidak mungkin” adalah sesuatu yang potensial. Kata “tidak mungkin” hanyalah berlaku sementara. Kata “tidak mungkin” bukanlah apa-apa.

Ditulis oleh: Jek Mangma
Naikolan, Kupang 19 Mei 2018