(GERAKAN SERIBU RUPIAH) SOLUSI MEMBANGUN KAMPUNG UNTUK INDONESIA)

0
617

Jika kita mengikuti, melihat dan menyaksikan realita hidup ini, terkadang kita merasa “RESAH dan GELISA” atas hidup ini. Banyak hal yang tidak berjalan dengan semestinya, yang tidak memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat. Contoh saja korupsi yang semakin merajalela, akses pendidikan dan kesehatan yang belum merata, tingginya angka kematian ibu dan bayi, infrastrktur yang belum merata,persoalan dibidang lingkungan hidup dan lain sebagainya. Berbagai bentuk reaksi sebagai bagian dari sebuah protes tentu dilakukan. Namun, selesaikah masalah yang sudah terjadi selama berpuluh tahun di negara kita? Ternyata tidak. Malahan, kondisinya semakin memburuk. Kita pun jadi makin GALAU, tetapi tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya. Karena itu, kita jadi tidak berani berharap permasalahan di negeri ini bisa berakhir.

Salah satu alat/tools mengatasi “RASA KEGALAUAN” adalah terlibat menjadi Relawan, simpatisan dan pendukung GERAKAN SERIBU RUPIAH (GESER) untuk ikut perperan aktif dalam melakukan aksi nyata terhadap berbagai persoalan di berbagai aspek pembangunan yang sedang kita hadapi. Karena itu, setiap Relawan, Pendukung dan Simpatisan GESER perlu memiliki dan mengembangkan kreatifitas, inovasii dan rasa mencintai akan kampung halaman serta rasa solidaritas tinggi terhadap sesama sebagai bagian dari bentuk pertanggungjawaban kita terhadap Sang Pencipta dan sesama.

Latar Belakang

GESER (Gerakan Seribu Rupiah) pertama kali muncul pada tanggal 7 Juni 2015. Digagas oleh Zakarias Atapada / Mobi Pada (nama akun Facebook) dan didukung oleh Appol Maulang dan Omri Bin Manilani dkk (Nama akun Facebook) asal Desa Lembur Tengah, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Munculnya GESER karena kami orang-orang muda di desa Lembur Tengah ingin berupaya menhilangkan rasa KEGALAUAN yang selama ini kami rasakan akibat dari program pembangunan yang dirasa tidak merata. Pada sisi lain kami memahami betul bahwa sebagai anak kampung, perlu mencintai kampung halaman. Bentuk kecintaan akan kampung halaman perlu diwujudkan dalam aksi nyata, karena kami menyadari bahwa sebagai generasi bangsa yang adalah “Pelaku Pembangunan” perlu berperan aktif dalam setiap kegiatan pada setiap aspek pembangunan. Pada sisi lain, orang-orang muda memahami bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Alor memiliki tugas dan tanggungjawab besar dalam melaksankan program pembangunan. Selain itu, orang-orang muda juga menyadari bahwa persoalan pembangunan tidak terlepas dari peran aktif semua pihak dan itu berarti “PERAN” orang-orang muda sangat diperlukan karena orang-orang muda adalah tulang punggung bangsa untuk menjalankan roda pembangunan masa kini dan akan datang.

Selain itu, yang paling mendasar kehadiran GESER adalah Sifat KEGOTONGROYOANGAN yang dilakukan oleh leluhur semakin melemah bahkan kalau bole saya sampaikan bahwa untuk saat ini sudah hilang. Karena itu, sebagai anak kampung, saya menyadari bahwa perlu melakukan sesuatu untuk menghidupkan kembali peran semua pihak dalam pembangunan melalui gotongroyong dengan HATI YANG TULUS sebagai bentuk kecintaan akan kampung halaman di Kabupaten Alor, Wilayah NTT bahkan di seluruh pelosok Repoblik Indonesia.

VISI GESER

Terwujudnya kesetaraan sosial melalui program dan kegiatan yang berpedoman pada nilai-nilai sosial kemasyarakatan.

  • MISI
    Membangun rasa kecintaan akan kampung halaman sebagai anak kampung melalui berbagai kegiatan di setiap aspek pembangunan
  • Membangun empati dan simpati masyarakat baik yang berteman di dunia maya maupun di lingkungan kemasyarakatan untuk bersama-sama melakukan kegiatan sosial
  • Menghidupkan kembali sifat kegotongrongan dalam berbagai pembangunan
  • Meningkatkan partisipasi peran masyarakat untuk kegiatan amal dan sosial
  • Mengembangkan peningkatan SDM